Program Perawat ke Jerman - Deutsch Academia Jakarta

Peluang Kerja Perawat Profesional di Jerman untuk Lulusan D3/D4/S1 Keperawatan dan Ners yang telah memiliki Surat Tanda Registrasi Perawat – STR Masih aktif.

Sebelum memutuskan untuk bekerja di Jerman, kami sarankan untuk membaca halaman ini dengan seksama. Di halaman ini, Anda akan mendapatkan informasi yang jelas dan mudah dipahami. Baca sampai habis halaman ini karena informasi yang disajikan saling berkaitan setiap paragrafnya.

Jerman membutuhkan banyak perawat profesional. Anda akan disambut dengan tangan terbuka! Jerman memang membutuhkan tenaga kerja di bidang keperawatan yang berkualifikasi. Anda lulusan D3/D4/S1 Jurusan Keperawatan/ Ners? Memiliki STR Aktif? Memiliki keinginan yang kuat untuk bekerja di Jerman?

Sekarang saatnya untuk mewujudkan impian Anda. Selesaikan membaca halaman ini agar Anda memahami dengan jelas persyaratan dan bagaimana prosedur mendaftar bekerja sebagai perawat di Jerman.

Bagaimana Proses Penempatan Bekerja Sebagai Perawat Profesional di Jerman secara Resmi?

Pemerintah Indonesia memiliki peraturan yang jelas dalam rangka mengatur dan mengawasi agar orang Indonesia dapat bekerja di luar negeri secara resmi bukan secara ilegal. Oleh karena itu, Anda sebagai orang yang ingin bekerja di luar negeri harus mengetahui proses penempatan agar Anda dapat bekerja di luar negeri melalui jalur resmi.

Di Indonesia, ada 5 proses penempatan kerja ke luar negeri agar seseorang dapat bekerja di Jerman secara resmi, yaitu:

1. Skema Penempatan P to P, yaitu Skema kerjasama P3MI dengan agensi di Jerman/ pemberi kerja di Jerman. P3MI (Dulu istilahnya dikenal PJTKI) adalah Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia berbadan hukum perseroan terbatas yang telah memperoleh izin tertulis dari Menteri untuk menyelenggarakan pelayanan penempatan Pekerja Migran Indonesia.

Ingat, tidak semua P3MI dapat begitu saja dapat menempatkan seseorang untuk bekerja di Jerman. P3MI yang dapat menempatkan tenaga perawat ke Jerman setidaknya telah memiliki kerjasama dengan Perusahaan/ Agensi di Jerman dibuktikan dengan Demand Letter dari Pemberi Kerja di Jerman yang telah diverifikasi dan disetujui oleh KBRI di Jerman, Dinas Tenaga Kerja di Indonesia dan BP2MI.

Selain itu, masih banyak syarat administratif lain yang harus dipenuhi P3MI agar dapat menempatkan seseorang untuk bekerja di Jerman. Untuk mengetahui lebih detail P3MI/ PJTKI yang telah memiliki ijin untuk menempatkan perawat di Jerman, silakan menghubungi BP2MI melalui link berikut ini: https://www.bp2mi.go.id/

2. Skema Penempatan G to P, yaitu kerjasama Pemerintah Republik Indonesia dengan Agensi/ Pemberi Kerja/ Perusahaan di Jerman. Kalau ini sudah jelas pasti resmi karena pemerintah langsung.

3. Skema Penempatan G to G, yaitu kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jerman. Kalau ini sudah jelas pasti resmi karena pemerintah langsung. Pemerintah Indonesia sudah memiliki kerjasa Skema Penempatan G to G Perawat ke Jerman.

Kelebihan Jalur G to G adalah Anda tidak dibebankan biaya mulai dari persiapan, seperti bebas biaya belajar bahasa Jerman meningkat biaya terbesar untuk bekerja di Jerman adalah biaya untuk belajar bahasa Jerman.

Kekurangan jalur G to G adalah kuota yang dibatasi, pembatasan jadwal pendaftaran, syarat dan ketentuan yang harus dipatuhi, kurangnya fleksibilitas pemilihan tempat bekerja dan terbatasnya negosiasi gaji atau kontrak kerja dengan perusahaan di Jerman karena sudah ditentukan sama untuk semua peserta. Informasi selengkapnya dapat Anda baca melalui website Resmi Bp2MI melalui link berikut ini: G to G Perawat Jerman.

Bagaimana Cara mendapatkan Kuota G to G Perawat Jerman:

Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan Kuota G to G Perawat Jerman adalah dengan belajar bahasa Jerman sampai level B1 menggunakan biaya sendiri karena 99% pendaftar program G to G Perawat Jerman belum memiliki kemampuan bahasa Jerman Level B1.

Bagi Anda yang sudah memiliki kemampuan bahasa Jerman level B1 saat mendaftar G to G Perawat Jerman, peluang Anda mendapatkan kuota dijamin 99% karena mampu mengalahkan pendaftar lain yang sama sekali belum bisa berbahasa Jerman.

Anda mau berhasil mendapatkan Kuota Program G to G Perawat Jerman dengan mudah? Mulai dengan belajar bahasa Jerman dengan biaya sendiri! Klik Di sini!

4. UKPS, untuk kepentingan perusahaan sendiri, maksudnya adalah Anda bekerja di Perusahaan di Indonesia dan akan ditempatkan di kantor cabang perusahaan Anda yang berada di Jerman.

5. Perseorangan/ Profesional. Khusus untuk kategori pekerja profesional/ Skill, Anda diperbolehkan mendaftar secara mandiri untuk bekerja di Jerman termasuk Perawat Profesional, Insinyur, Ahli Teknologi, Dokter dan profesional lainnya.

Sedangkan untuk kategori pekerja tanpa skill (rumah tangga, pabrik, general worker), tidak dibenarkan untuk bekerja di luar negeri tanpa skema penempatan P to P, G to P maupun G to G.

Sedangkan, untuk Jalur Perseorangan/ Profesional sudah banyak dilakukan oleh Perawat Indonesia yang bekerja di Jerman. Anda dapat menemukan informasi di YouTube melalui Vlog Para Perawat dari Indonesia yang telah berhasil bekerja di Jerman melalui jalur ini.

Kekurangan Jalur Perseorangan/ Profesional adalah Anda membiayai sendiri biaya mulai dari persiapan, belajar bahasa Jerman, ujian bahasa Jerman, Visa, Asuransi, sampai Anda berangkat ke Jerman. Selain itu, untuk jalur perseorangan Persyaratan Bahasa Jerman adalah Level B2 bukan level B1 (untuk Program G to G bisa menggunakan bahasa Jerman Level B1).

Kelebihan Jalur Perseorangan/ Profesional adalah Anda dapat mendaftar kapan saja, fleksibilitas kapan Anda akan memulai belajar bahasa Jerman, fleksibilitas pemilihan tempat bekerja di Jerman, fleksibilitas negosiasi gaji yang lebih besar bisa sampai 50 juta per bulan, fasilitas yang diinginkan dan kontrak kerja yang sesuai dengan keinginan Anda.

Anda tidak perlu takut tidak bisa mendaftar karena Anda dapat mendaftar kapan saja setelah Anda siap dan selama Jerman masih kekurangan perawat profesional.

Anda ingin bekerja di Jerman apapun Skema Penempatannya? Mulai dengan belajar bahasa Jerman agar dapat mendaftar bekerja di Jerman? Klik Di sini!

Penting:

  • Bekerja di Jerman tidak mungkin dapat dilakukan secara ilegal atau tidak melalui prosedur resmi karena Semua yang akan bekerja di Jerman wajib melewati Sesi Interview Visa, Pemeriksaan Berkas dengan ketat di Kedutaan Jerman di Jakarta dan tidak dapat diwakilkan.
  • Jangan coba-coba untuk bekerja di Jerman melalui jalur Ilegal atau Non prosedural karena Anda pasti tidak akan mendapatkan Visa dan usaha Anda akan sia-sia.
  • Negara tidak memobilisasi/ merekrut namun memfasilitasi migrasi seseorang yang akan bekerja di luar negeri.
  • Seseorang yang ingin bekerja di Jerman tidak direkrut, namun mendaftar dengan sukarela tanpa ada perekrutan dari pihak manapun termasuk negara. Jika ada pihak yang menggunakan bahasa perekrutan bekerja di luar negeri dan dapat dibuktikan, Anda berhak untuk bertanya kepada BP2MI untuk penjelasan lebih detail.

Anda Berminat Bekerja sebagai Perawat Profesional di Jerman?

Apapun skema penempatan bekerja di Jerman yang ingin Anda pilih, kami sarankan untuk mulai dengan belajar bahasa Jerman sejak dini.

Kami, Deutsch-Academia (DA) adalah merupakan lembaga kursus bahasa untuk memfasilitasi dan mempersiapkan peserta untuk trampil dan mampu berbahasa Jerman  dan pembekalan aspek lain yang berhubungan dengan kebutuhan seseorang yang akan studi maupun bekerja di Jerman. Selain kemampuan berbahasa, soft skill  yang diberikan pembentukan kepribadian dan mental yang kuat, siap beradaptasi dengan kebiasaan, perilaku, serta budaya kerja di Jerman yang mengedepankan etos kerja dan profesionalitas.

Tersedia banyak pilihan jenis kelas, ada kelas online, kelas karyawan maupun kelas Boarding Camp/ Asrama untuk Anda yang ingin cepat lulus.

Latar Belakang Masalah & Situasi di Indonesia.

Lulusan tenaga perawat Indonesia amat melimpah, sementara pasar kerja tidak siap untuk menyerapnya.

Benar bahwa kebutuhan perawat untuk dalam negeri Indonesia masih tinggi untuk melayani seluruh masyarakat, tetapi kemampuan negara untuk mengangkat perawat sebagai pegawai negara, sementara rumah-rumah sakit swasta pun tidak memiliki anggaran yang cukup untuk menerima perawat, dan faktor lain (misalnya kecilnya gaji) membuat  banyak perawat tidak dapat dan bersedia bekerja sesuai dengan bidang telah digelutinya.

Berdasarkan data “Rencana Pengembangan Tenaga Kesehatan Tahun 2011-2025”, Kementerian Kesehatan Indonesia memperkirakan pada 2017 telah terjadi kelebihan jumlah lulusan keperawatan berpendidikan tinggi sebanyak 57.612 orang sehingga tidak terserap oleh lapangan pekerjaan yang ada di Indonesia.

Di pihak lain, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia memperkirakan lulusan perawat sekitar 43.000 orang.Dari jumlah itu, yang terserap dan mendapat kerja hanya 15 ribu atau rata-rata tiap tahun menganggur 28 ribu. Sementara data untuk untuk lulusan sekolah perawat tingkat sekolah menengah tidak diketahui secara pasti, namun dapat dipastikan jumlahnya amat besar.

Latar Belakang Masalah & Situasi di Jerman

Jerman membutuhkan banyak perawat  untuk mengisi kekurangan perawat di rumah sakit, rumah jompo, maupun fasilitas kesehatan lainnya. Persyaratan yang amat berat untuk dipenuhi perawat asal Indonesia untuk dapat mengisi posisi sebagai tenaga perawat di Jerman adalah faktor penguasaan dengan level yang dipersyaratkan. Kemampuan berbahasa tersebut merupakan syarat untuk mengikuti pelatihan dan penyesuaian keahlian dengan standar tinggi perawat di Jerman.

Rendahnya Kemampuan Bahasa Asing Menghambat Perawat Indonesia Go Internasional

Banyak perawat Indonesia yang tidak dapat bekerja di dalam negeri menginginkan bekerja di luar negeri. Persoalannya, kemampuan berbahasa asing (bahasa Inggris misalnya) tidak diberikan secara intensif karena tenaga perawat memang tidak untuk ditujukan untuk bekerja ke luar negeri, selain faktor politik bahasa yang diberlakukan Indonesia yang menempatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama bagi pendidikan di semua jenjang. Untuk menambah keterampilan dan kompetensi bahasa asing, diperlukan biaya cukup besar dan waktu yang lama.

Pemberian ketrampilan berbahasa Jerman hingga level yang dipersyaratkan bagi para perawat Indonesia agar dapat bekerja di Jerman menjadi solusi yang dapat ditempuh. Persoalannya, para perawat dari Indonesia tidak memiliki kemampuan finansial untuk menambah ketrampilan berbahasa dengan waktu paling singkat 8-12 bulan, mengingat bahasa Jerman adalah bahasa asing yang sama sekali baru bagi orang Indonesia pada umumnya.