Program G to G Jerman Terbaru BP2MI

Informasi Program G to G Jerman Terbaru: Pendaftaran, Persyaratan, Pengumuman

Agar informasi program G to G Jerman dapat menjangkau seluruh masyarakat Indonesia, berikut kami sajikan informasi lengkap yang dirangkum dari berbagai sumber.

Pemerintah Indonesia telah resmi melaksanakan program pengiriman tenaga kerja profesional khusus profesi perawat ke Jerman melalui skema penempatan kerjasama pemerintah Indonesia dengan Jerman atau government to government (G to G) pada semester II 2022.

g to g jerman

Berikut Informasi Lengkap Program G to G Jerman secara lengkap:

Kualifikasi Persyaratan Program G to G Jerman:

  1. Pendidikan minimal Diploma 3, Diploma 4, dan Sarjana Stara Satu (S1)
  2. Memiliki Surat Tanda Register (STR) Perawat yang masih berlaku
  3. Berusia minimal 18 tahun per tanggal 1 Oktober 2021
  4. Pernyataan kesediaan mengikuti pelatihan bahasa Jerman Level B1 di Indonesia dan Level B2 di Jerman.
  5. Apabila memiliki sertifikat kemampuan bahasa Jerman dapat disertakan.

Persyaratan dokumen-dokumen G to G Jerman yang dipersyaratkan sebagai berikut:

  1. Scan Kartu Pencari Kerja (AK 1) ekstensi pdf
  2. Scan Surat Ijin dari Suami/Istri atau Orang tua/Wali yang diketahui Kepala Desa ekstensi pdf
  3. Scan Kartu Keluarga ekstensi pdf
  4. Scan Surat Keterangan Status Perkawinan (bagi yang telah menikah melampirkan scan buku nikah) ekstensi pdf
  5. Scan Surat Keterangan Sehat dari RS/Puskesmas Pemerintah ekstensi pdf
  6. Scan Ijazah Pendidikan ekstensi pdf
  7. Scan Transkip Nilai ekstensi pdf
  8. Scan STR yang masih berlaku per 1 Oktober 2021 ekstensi pdf
  9. Scan Surat Motivasi dalam Bahasa Inggris ekstensi pdf
  10. Scan Daftar Riwayat Hidup dalam Bahasa Inggris ekstensi pdf
  11. Scan Surat Rekomendasi / Pengalaman Kerja (jika ada)
  12. Scan Sertifikat Bahasa Jerman (jika ada)
  13. Scan Kartu Kepesertaan BPJS Kesehatan
  14. Scan Bukti Vaksinasi Covid-19 (Vaksi 1/Vaksi 2/Vaksi 1-2)
  15. Pas foto berwarna terbaru dengan latar belakang putih, menghadap kedepan dan tampak jelas dengan ukuran 3×4, ekstensi jpeg dengan file berukuran maksimal 2MB
  16. Scan Surat Pernyataan tidak akan mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus Ujian Bahasa Level B1 yang ditandatangani diatas materai Rp. 10.000,- diketik manual atau komputer, ekstensi pdf
  17. Scan Surat Pernyataan tidak akan menuntut ganti rugi apabila dalam proses penempataan ditemukan kasus yang diakibatkan oleh CPMI sehingga CPMI dikeluarkan dari tempat pelatihan yang ditandatangani diatas materai Rp. 10.000,- diketik manual atau komputer, ekstensi pdf

Pemeriksaan Psikologi dilakukan setelah pelamar lulus seleksi administrasi dan dokumen paspor diperlukan setelah lulus seleksi interview

Pengumuman Pendaftaran Skema Penempatan Pemerintah (G to G) di Jerman direncanakan akan diumumkan pada Minggu I bulan Oktober 2021 melalui SISKOP2MI (http://siskop2mi.bp2mi.go.id/) dan website bp2mi.go.id.

Pengumuman Terbaru Program G to G Jerman Resmi langsung dari BP2MI. Klik!

Jika ada hal yang perlu penjelasan lebih jauh dapat menghubungi email: kawasan3.pp.ertim@bp2mi.go.id

Di atas adalah informasi lengkap persyaratan program G to G Jerman. Sebagai informasi bahwa, Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilaksanakan melalui program triple win ini yang merupakan tindak lanjut dari penandatanganan perjanjian kerja sama antara Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dengan Agensi Ketenagakerjaan Federal (Bundesagenturfür Arbeit) pada Juli 2021.

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, mengungkapkan, “Indonesia akan menjadi negara pertama yang menempatkan pekerja migran ke Jerman dengan skema G to G sejak instrumen terbaru UU Imigrasi Jerman 2020 diterbitkan,” di acara Kick Off Program Penempatan Perawat G to G di Jerman tahun 2022, secara virtual pada Kamis 10 Februari 2022.

Pada 2022 juga akan menjadi tahun penempatan PMI melalui skema government to private atau penempatan dengan swasta. BP2MI mengirimkan tenaga perawat yang memenuhi kualifikasi, memiliki kompetensi, keahlian, ketrampilan atas bidang yang mereka kuasai. PMI tenaga perawat menjadi duta negara bagi Indonesia. “Saat ini sebanyak 4,4 juta PMI tersebar di 150 negara penempatan dan telah menyumbang devisa sebesar 159, Trilyun, Ini sumbangan terbesar kedua setelah sektor Migas. “ujarnya.

“Hampir 13 tahun penantian panjang, akhirnya skema penempatan pemerintah G to G di Jerman dapat terealisasikan. Setelah sebelumnya program G to G telah dilakukan di Korea Selatan dan Jepang pada 2021. Keberhasilan kerjasama ini merupakan perwujudan kolaborasi dan dukungan dari perwakilan Republik Indonesia di Jerman, Kementerian Ketenaga kerjaan, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan, “ katanya.

Calon kandidat PMI perawat dengan skema G to G ke Jerman sebanyak 200 orang, berasal dari 25 propinsi. Pendidikan PMI perawat cukup beragam dari D3, D4, S1, sampai dengan S2 Magister Keperawatan. Peminat didominasi oleh 115 wanita dan sisanya 85 pria.

Dubes Indonesia untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno telah memberikan masukan kepada pemerintah untuk memperluas kecakapan berbahasa Jerman ke Akademi Keperawatan, terlepas mereka dapat pergi ke Jerman atau tidak. “Dengan latar belakang bahasa Jerman, akan mempermudah proses imigrasi ke Jerman dan juga negara Austria dan Swiss. Ketiga negara ini sebagian besar masyarakatnya berbahasa Jerman, “ ujarnya.

Sementara itu Director International Relation German Federal Employment Agency (BA), Alexander Wilhelm, memaparkan, Jerman memiliki proporsi kelompok usia tua yang lebih banyak. Kami sangat kekurangan tenaga profesional kesehatan dan perawat. “Program Triple Win yang diinisiasi pemerintah Jerman memberikan manfaat ke pemerintah baik Jerman maupun Indonesia, pekerja dan pemberi kerja. “ katanya.

Kekurangan tenaga kesehatan sangat signifikan terus bertumbuh. Estimasi kebutuhannya mencapai 150 ribuperawat sampai 2025. Sejak 2013, Jerman telah bekerjasama dengan lembaga mitra di negara Bosnia-Herzegovina, Philipina dan Vietnam untuk memasok kebutuhan tenaga terampil ini untuk di tempatkan di Rumah Sakit, Panti Jompo dan Fasilitas Kesehatan lainnya di Jerman.

Harapannya adalah Perawat Indonesia yang memiliki minat dan keinginan untuk meningkatkan skill keahlian, mendapatkan pengalaman, meniti jenjang karir internasional dan menjadi bagian dari masyarakat internasional peluang programini menjadi peluang yang sangat bagus.

Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat.